Omuniuum - archive site

small shop of reading an listening

Year: 2011 (Page 1 of 5)

Yang Baru di Bulan Desember

Halo,
jumpa dengan penghujung tahun di 2011 ini, yiha!
ada beberapa item yang spesial datang bulan ini. Ada tshirdari Seringai, CD Belkastrelka yang baru, Beside, banyak handband dan  tas, Mocca, The Sigit dan lain-lain.
Yuk, silakan klik gambar untuk melihat katalog kita di facebook atau bisa juga cek flickr kita.
Ditunggu ordernya atau datang langsung ke toko kita yang ngumpet di lantai 2 Ciumbuleuit 151 B seberang Unpar.
Semoga harinya menyenangkan ya! :)
Shop and Office
Jl. Ciumbuleuit 151 B Lt. 2 Bandung 40141
ph. 022-2038279
087821836088
omuniuum@gmail.com / order@omuniuum.net

HELLPRINT – UNITED DAY

Tiket presale Rp 20,000 tersedia di Omuniuum
HELLPRINT – UNITED DAY
Minggu, 11 Desember 2011
STADION ANGKASA – LANUD SULAIMAN
Jl.Terusan Kopo Bandung
Tiket Presale : Rp 20.000;
Tiket On The Spot : Rp 30.000;
( Bonus Sticker Lisensi Hellprint )
BURGERKILL
ROSEMARY
DON LEGO
OUTRIGHT
JERUJI
SIKSA KUBUR
DAJJAL
BESIDE
RESTLESS
KEDJAWEN
GODLESS SYMPTOMS
RAJASINGA
THE BOLLOCKS
BULLDOG BRIGADE
EYEFEELSIX
MAWAR BERDURI
AUTICED
GLADIATOR
HUMILIATION
POP IS DEAD
JARI TENGAH
BILLFOLD
MARJINAL
GLADIATOR
MESIN TEMPUR
UNDERGOD
BLEEDING CORPSE
JASAD
TCUKIMAY
Selain di omuniuum, tiket presale bisa di beli di:
ROCK n REBEL, HELICON, FICTION SHOP Jatinangor, CHRONIC ROCK, DS Kaset, AESTHETICS Kolmas Cimahi, SERAK, BEDOG CEPOT, ERRORRIZER,  RIOTIC, DEEP INSIGHT, PIECES Cimahi – Ujung Berung, REMAINS, SURGA DISTRO, DARK CASTLE, KAHOT, CODENINE, HELL VS HEAVEN Riung Bandung, BLACKBALL Lembang, Peang BENGAL Bdg Barat, HEADBANGER Sukabumi, TERRUSICK Cianjur, SOUL NOISE Cililin, DAHMER Garut, dll

Single | Off Her Love Letter | Melancholic Bitch


Off Her Love Letter | Melancholic Bitch
Semacam Pengantar Kelahiran Kembali Anamnesis
Mari kita sedikit bercerita.
2003 EP Live ndalem Joyokusuman rilis. Ada 5 lagu cikal bakal Anamnesis.

2004 adalah tahun kelahiran Anamnesis yang sesungguhnya. Album pertama Melancholic Bitch.

Konser Beta Satin Merah. LIP. Akhir Maret 2004, menandai lahirnya Anamnesis. Tidak banyak yang mengira termasuk bandnya sendiri kalau malam itu mereka menera dan meniupkan nafas untuk sesuatu yang hidup dan melewati jaman.

Pada tahun itu, karena banyak keterbatasan, Anamnesis hanya dirilis dalam bentuk kaset yang jumlahnya terbatas dan sempat dirilis dalam bentuk CD juga dalam jumlah yang sangat sedikit. Nah, bisa jadi keberadaan rilisan fisik yang sangat sedikit itu membuat album ini hanya terdengar samar-samar dan menjadi dongeng yang tercantum di diskografi mereka.

Dongengnya berupa 11 lagu file MP3 yang beredar dari flashdisk ke komputer ke player dan seterusnya karena (akhirnya) dibagikan sendiri oleh bandnya juga karena begitu koneksi internet mulai jadi keseharian, banyak penggemar bandel yang dengan cueknya berbagi link-link unduhan entah legal atau tidak. Salah satu penggemarnya ada yang bilang, mengajak mendengarkan itu demi album dan bandnya tetap hidup.

Sesudah rilisan fisik habis, tak ada catatan yang jelas tentang keberadaan Anamnesis karena situs bandnya yang hidup segan dan akhirnya mati. Anamnesis terus hidup dari cerita, dongeng dan mitos tentang keberadaan Melancholic Bitch sampai kemudian mereka merilis album kedua Balada Joni dan Susi.

November 2009, pada saat launching Balada Joni dan Susi (BJS), Leliyani Hermiasih dikenal juga dengan nama panggung Frau, seorang solois perempuan dari Yogyakarta, diminta oleh Melancholic Bitch untuk membantu membawakan lagu “Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa” dari Album Anamnesis sebagai pembuka repertoar konser BJS. Dentingan piano, suara Frau dan Ugoran Prasad pada malam itu membuat dongeng tentang Anamnesis ini makin kuat keberadaannya. Apalagi ketika Frau memasukan lagu itu di album miliknya, Starlit Carroussel yang dirilis pada tahun 2010. Banyak yang penasaran dengan lagu versi asli dari Melancholic Bitch, banyak juga yang percaya bahwa lagu ini milik Frau dan Ugoran hanya seorang lelaki beruntung yang diajak Frau untuk berduet.

November 2011. Sebuah kabar menyapa. Tampaknya, dongeng ini bisa menjadi nyata.

Sebuah email mampir di malam hari, mengajak untuk menulis pengantar perkenalan lagi dengan Anamnesis. Tugasnya berupa menulis ajakan untuk mendengarkan sebuah lagu sebelum bertemu dengan wujud sesungguhnya dari dongeng yang selama ini terdengar samar.

Single yang pertama dipilih untuk dirilis sebelum album penuhnya nanti adalah Off to Her Love Letter. Untuk yang sudah mendengar lagu ini selama bertahun-tahun, jangan takut, versinya sangat berbeda dengan yang ada sebelumnya, di sini gantian para lelaki Melancholic Bitch yang mengajak Frau mendampingi mereka bernyanyi.

Liriknya pendek dan pedih.

wake up, don’t you hide now. sometime this morning someone, takes you on the run. breathe up all you can somehow, sometime this morning someone will take you run. takes you run.
takes you on the run, you can.
(somebody someone to feel you, to heal you, somebody someone to kill you, ever and ever)
 

Anamnesis yang artinya mengumpulkan ingatan masa lalu atau mengembalikan kenangan, diterjemahkan dengan lirik-lirik yang penuh kesedihan. Ditulis berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia, Melancholic Bitch mengantarkan melankoli dan ingatan posesif tentang cinta dan menyanyikannya tanpa terdengar cengeng sama sekali.

Bagi yang sudah pernah mendengarkan album ini tentu sudah tahu betapa adiktifnya lagu-lagu mereka dan pasti ingin mendengar versi barunya. Bagi yang belum, silakan dengarkan dan temukan jawaban mengapa album ini bisa bertahan sekian lama di playlist banyak orang.

Mari mengunduh dulu sebelum nanti siap-siap membeli rilisan fisiknya dan mendengar album penuh beserta banyak kejutan yang menyertainya. Mari kita gumamkan dan teriakan lagi kerinduan untuk melihat mereka pentas lagi. Ouch.  (Boit)

 

Silakan klik untuk mendengarkan

[soundcloud url=”http://api.soundcloud.com/tracks/28311246″]

atau
Silakan klik link berikut untuk download lagunya : Off Her Love Letter
 
Melancholic Bitch:
Yosef Herman Susilo (Electric-Acoustic Guitar, Mix-Engineer), Ugoran Prasad (Voice, Lyric), Teguh Hari Prasetya (Bass, Keyboard), Yennu Ariendra (Electric Guitar, Synth, Laptop), Septian Dwirima (Percussion, Laptop); Collaborating Artist for BJS: The Wiryo Pierna Haris (guitar), Richardus Ardita (bass, voice), and Andy Xeno Aji (graphic, drawing).
Kontak Melancholic bitch di :
+62818259625 [yopie]
Management
OJie Adrianto Subroto
08156898423
mimelbi@gmail.com


Facebook:
http://www.facebook.com/melancholicb1tch



Twitter:
http://www.twitter.com/simelbi

Web:
http://melancholicbitch.co.cc

A Tribute To Koil Vol.ll Pemberontakan Norma

Hey!
Kalau kata Wiro Sableng diatas langit masih ada langit, kalo kata para penggemar Koil, setelah ada volume satu pasti ada volume dua.
Jadi setelah  KAMI PERCAYA KAUPUN TERBAKAR JUGA. Tribute to Koil vol. I, sekarang sudah ada PEMBERONTAKAN NORMA. Tribute To Koil Vol.ll.
Silakan simak sepak terjang eh download lagu-lagunya di Blog Fans Koil, Megaloblast.
Vive Le Koil!
 

Pers Rilis | Forgotten: Laras Perlaya

‘Laras Perlaya’ adalah titel dari album baru Forgotten yang dirilis oleh Rock Records pada tahun 2011. Album ini adalah album ke 5 bagi Forgotten yang telah berdiri sejak tahun 1994. Bermaterikan 10 lagu yang direkam di Masterplan Recording Chamber Studio sedangkan untuk tahap mixing dan mastering dilakukan di Dialog Studio, Bandung. Aransemen pada komposisi lagu pada album kelima ini masih tetap dengan genre death metal yang progresif. Yang membuat album ini menjadi berbeda dengan album sebelumnya adalah adanya kolaborasi Forgotten dengan musisi tradisional sunda yang memainkan kesenian tarawangsa dan beluk.

Di tanah Pasundan, keberadaan Tarawangsa lebih tua umurnya daripada rebab. Dalam naskah kuno Sewaka Darma (abad ke-18), menyebutkan Tarawangsa sebagai nama alat musik. Kesenian Tarawangsa dimainkan oleh dua instrument yaitu Tarawangsa dan Jentreng. Tarawangsa adalah sejenis alat musik gesek yang prinsip memainkannya mirip dengan alat musik rebab. Akan tetapi yang digesek hanya satu dawai, yakni dawai yang paling dekat kepada pemain sementara dawai yang satunya lagi dimainkan dengan cara dipetik dengan jari telunjuk tangan kiri. Jentreng adalah sejenis kecapi kecil dengan tujuh dawai. Seniman yang dilibatkan adalah Kang Asep dan Kang Jaja dari daerah Ranca Kalong, Sumedang. Kesenian Tarawangsa biasanya ditampilkan pada upacara-upacara sakral tertentu yang berkaitan dengan pemujaan kepada alam dan arwah leluhur.

Kata beluk berasal dari kata ba dan aluk. Ba artinya besar dan aluk artinya ‘gorowok’ atau dalam bahasa Indonesia `berteriak’. Berbeda dengan “nembang” atau seni suara yang lainnya, kesenian Beluk tidak ‘menembangkan’ atau menyanyikan syair yang digunakan, tetapi hanya membaca dengan memainkan tinggi-rendahnya frekuensi suara. Seni Beluk merupakan sajian sekar berirama bebas atau merdeka. Salah seorang maestro Beluk yang dilibatkan adalah Mang Ayi yang berasal dari kota Subang, Jawa Barat.  Syair yang dilantunkan adalah jenis Wawacan (hikayat/cerita) yang dibawakan seperti kita jumpai dalam berbagai pupuh mulai dari pembukaan sampai pada penutupan seperti: Pupuh Kinanti, Asmaradana, Pucung, Dangdanggula, Balabak, Magatru, Mijil, Ladrang, dan sebagainya.

Jenis wawacan yang disampaikan juru beluk tergantung apa yang dikuasainya seperti Babar Nabi, Barjah, Amungsari, Jayalalana, Natasukma, Mahabarata, Mundinglaya, Lutung Kasarung, Ciung Wanara, dan sebagainya. Menurut Mang Ayi seni beluk di daerah Subang pada awalnya digunakan untuk  memberikan perintah pada kerbau ketika membajak sawah. Para petani jaman dahulu ketika membajak sawah biasanya melantunkan beluk untuk mengarahkan laju dan gerakan kerbau.

‘Laras Perlaya’ diambil dari kata bahasa sunda yang mempunyai makna ‘lagu kematian’. Tema yang diusung di album ini adalah bercerita tentang kematian dan hancurnya tatanan nilai-nilai kemanusian yang diakibatkan oleh makin menguatnya gerakan fundamentalisme dan fasisme yang mengatasnamakan agama, politik dan kekuasaan golongan tertentu. Dalam pengemasan album ini juga ikut disertakan sebuah novel yang dilengkapi dengan ilustrasi engraving karya Dinan Art yang memberikan penjabaran terhadap setiap makna lirik yang sarat dengan kalimat sarkas.

Kontak Manajemen:
Indira 0818612793
http://www.facebook.com/666forgotten666
http://www.reverbnation.com/forgotten666
 

*Album Forgotten Laras Perlaya seharga Rp 75,000 bisa didapatkan di: Omuniuum, Remains, Arena 

New Arrival : Okt – November 2011

Hei hei hei,

mau menyapa dan memberi tahu barang-barang baru di bulan Oktober – November nih kita kedatangan tshirt Koil, TDS, Thinking Straight, Infamy, Straight Answer,  Bottlesmoker, Hollywood Nobody dan banyak lagi. Untuk CD rilisan baru ada Angsa dan Serigala, Tulus, Gelap, Glosalia, Forgotten terus juga ada Majalah Cobra edisi dua dengan bonus CD Desis Cobra yang ciamik, isinya ada Hightime Rebellion, Homogenic dan kawan-kawannya.

Yuk, silakan klik gambar untuk melihat katalog kita di facebook atau bisa juga cek flickr kita.

Ditunggu ordernya atau datang langsung ke toko kita yang ngumpet di lantai 2 Ciumbuleuit 151 B seberang Unpar.

Semoga harinya menyenangkan ya! 🙂

Djakarta Artmosphere


Djakarta Artmosphere kembali lagi. Amunisinya lebih beringas!
Setelah sukses di dua penyelenggaraan sebelumnya, Djakarta Artmosphere kembalilag iuntuk kali ketiga.Tahun ini, gegap gempita penyelenggaraan konser duagenerasi ini akan berlangsung pada 22 Oktober 2011.
Seperti yang sudah-sudah, tahun ini, Djakarta Artmosphere akan kembali mengusung tema yang sama; Perbenturan musisi dua generasi yang dicampur adukkan di dalam satu panggung pertunjukkan.
Anda mungkin masih ingat betapa Sore bisa bersenandung bersama Ebiet G. Ade atau pertunjukkan sukses dari Kartika Jahja (Tika) yang berbagi panggung dengan idola masa kecilnya, Vina Panduwinata dua tahun yang lalu. Yang juga mungkin masih segar di ingatan adalah bagaimana almarhum Utha Likumahuwa berhasil membuat dirinya muda dan begitu pantas memainkan beat-beat rockabilly milik Leonardo and the Dancing Kangaroos. Di tahun yang sama –tahunlalu— raja rock Indonesia, God Bless berhasil membagi energy dengan Navicula, pasukan rock alternative asal Bali.
Tahun ini, memori yang kurang lebih sama akankembali lagi. Seperti sudah ditulis di baris pertama tulisan ini, tahun ini Djakarta Artmosphere bisa jadi akan lebih beringas.

Read More

Workshop Kolase


Hei hei hei..
ikutan yuk!
Workshop Kolase bersama Ika Vantiani*
Sabtu, 15 Oktober 2011
Jam 13.00 – selesai
di Omuniuum
Jl. Ciumbuleuit 151 B lantai 2 Bandung 40141
Biaya pendaftaran Rp100,000
[Bahan + makanan dan minuman ringan]
Info dan pendaftaran : 081287884432
Tempat terbatas hanya untuk 10 orang saja!
*Ika Vantiani adalah seorang seniwati kontemporer muda dan kurator seni muda asal Jakarta. Aktif di beberapa forum kegiatan macam: RuangRupa, Peniti Pink, dll. Karya-karya beliau sudah ikut di beberapa pameran seni dalam maupun luar negri. Bentuk karyanya yang paling definitif adalah kolase (traditional cut & paste). Beberapa karyanya dapat kita lihat di desain album maupun kaos dari band-band lokal macam Tika & The Dissidents, Efek Rumah Kaca, dll.

Burgerkill Venomous Alive Concert


Burgerkill
Venomous Alive Concert
Stadion Siliwangi
24 September 2011
3 p.m.
HTM Rp30.000,-
Presale Tiket tersedia di Omuniuum, Chronic, Riotic,  Errorizer, Aesthetic, Arena, Godstore

Tulus An Introduction

“TULUS : An Introduction” adalah tajuk dari konser music dari penyanyi dan penulis lagu, Tulus. Akan diselenggarakan pada 28 September 2011 di Auditorium CCF Bandung, Jl. Purnawarman 32 Bandung, mulai pukul 19.00 WIB.

Nama “An Introduction” dipilih senada dengan isi dari konser tersebut. Pada konser ini Tulus akan memperkenalkan dirinya dan lagu-lagu yang terdapat dalam album perdananya secara lebih luas, disamping juga akan membawakan cover version dari musisi lain. Didukung oleh beberapa musisi Bandung, yaitu Anto Arief (gitar), Sindhu Banyusekti (bass), Fuad Rudyan (drums), Yonathan Godjali (Piano), Ivan Jonathan (keyboard), Brury Effendi (trumpet), Matthew (sax), backing vocal Grace Sahertian, Lukman Hakim dan Marshella Shafira.

Tulus akan tampil dalam format full band, dan juga diselingi oleh format trio dan akustik. Juga akan ada penampilan duet dengan Risa Saraswati .Nikmatilah musik yang tulus dari seorang Tulus.

Tulus:
An Introduction

Wednesday, September 28, 2011
7.30 p.m.
Auditorium CCF
Jl. Purnawarman no. 32 Bandung 40177

Tiket IDR 25,000 – Bisa di beli di Omuniuum

Contact/Info: Winda 087821127502
Stanley 081221365678

http://www.youtube.com/watch?v=f6hk-GH1myk

 

Page 1 of 5

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén